BerandaUnggulanMenghukum Pasangan dengan "Diam dan Cuek", Ketahui Bahayanya

Menghukum Pasangan dengan “Diam dan Cuek”, Ketahui Bahayanya

Silent treatment adalah suatu sikap di mana Anda mendiamkan atau mengabaikan seseorang dengan menolak berbicara. Ini biasanya terjadi ketika Anda merasa marah, frustasi, atau terlalu kewalahan dalam menghadapi suatu masalah.

 Terkadang, diam menjadi pilihan yang terbaik agar Anda tidak mengatakan hal-hal yang akan disesali nantinya. Padahal salah satu kunci hubungan yang baik adalah keterbukaan, di mana Anda bisa saling mengutarakan apa yang dipikirkan atau dirasakan.

Perlu diingat bahwa silent treatment berbeda dengan menunda pembicaraan. Ketika menunda pembicaraan, Anda hanya memerlukan waktu sementara untuk saling menenangkan diri dan akan membahas permasalahan yang ada jika sudah tenang.

Foto: Navipos.com

Sementara silent treatment, menolak membahas masalah yang ada baik sekarang maupun nanti.Karena tidak ada pembicaraan apa pun, maka tidak ada pula peluang bagi Anda dan pasangan untuk saling memahami atau berkompromi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Masalah yang dibiarkan terus berlarut ini dapat “menggerogoti” hubungan, dan lama-kelamaan menyebabkan perpisahan.

Silent treatment dapat menjadi kekerasan emosional

Silent treatment juga dapat menjadi salah satu bentuk kekerasan emosional. Sebagian orang menggunakannya sebagai alat untuk mengontrol seseorang atau menciptakan jarak emosional. Hal ini juga digunakan untuk menghindari tanggungjawab atau mengakui kesalahan yang telah dilakukan. Orang yang menggunakan silent treatment sebagai suatu kontrol dalam hubungan akan:

  • Bersikap dingin selama berhari-hari atau berminggu-minggu
  • Menolak berbicara, melakukan kontak mata, menjawab panggilan, atau membalas pesan dari pasangan
  • Melakukan silent treatment ketika suatu hal tidak sesuai dengan keinginan Anda
  • Menghukum pasangan dengan silent treatment ketika ia membuat Anda kesal
  • Tidak mau menanggapi apa yang dijelaskan oleh pasangan
  • Menekan pasangan untuk meminta maaf atau menyerah agar Anda mau berbicara lagi padanya
  • Terus mengabaikan pasangan hingga ia merendahkan diri dan memohon pada Anda
  • Menggunakan kemarahan dan permusuhan untuk membuat pasangan diam
  • Menjadikan silent treatment sebagai cara utama untuk menangani konflik

Jika ini terjadi secara berulang kali, maka bisa menciptakan hubungan yang toxic dan abusive. Penelitian menunjukkan bahwa sering diabaikan dapat membuat pasangan merasa tidak berharga, tidak dicintai, terluka, bingung, tidak penting, dan mengurangi rasa memiliki. Bahkan hal tersebut juga dapat berkontribusi terhadap depresi dan kecemasan.

Cara menghentikan kebiasaan silent treatment 

Ketika pasangan telah lelah menghadapi Anda yang kerap melakukan silent treatment, maka ia bisa meninggalkan Anda begitu saja. Perpisahan yang menyakitkan pun tak bisa dihindari lagi. Oleh sebab itu, sebelum terlambat ketahui cara menghentikan kebiasaan silent treatment berikut ini:

1. Meningkatkan komunikasi yang baik

2. Saling terbuka mengenai perasaan

3. Mengikuti konseling

Jadi, akan lebih baik jika kamu dan pasangan menyelesaikan konflik dengan obrolan yang jelas menggunakan kepala dingin pada waktu yang tepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read