Kamu akan alami ‘Quarter Life Crisis’ di umur 20an, Siapa takut!

0
14 views

Sering galau di umur 20an? suka cemas dengan tujuan hidup? atau ragu akan masa depan? Mungkin kamu lagi ada di masa Quarter Life Crisis. Jika gejala-gejala tersebut sedang kamu rasakan ada baiknya kamu coba me time dengan diri sendiri karena di usia menginjak seperempat abad ini kamu akan dijumpai dengan hal-hal diluar kendalimu salah satunya yaitu quarter life crisis

Sebenarnya apa sih quarter life crisis? fase yang sering disingkat QLC ini adalah sebuah masa dalam kehidupan seseorang merasa cemas, ragu, dan bingung akan tujuan hidup dan masa depannya. Hal ini akan membuat orang terdorong untuk mengubah sesuatu dalam dirinya yang ia sendiri tidak tahu apa yang harus diubah sehingga ia akan merasa tertekan akan tuntutan hidupnya pada transisi masa remaja menuju masa dewasa awal tersebut. Pemicu terjadinya QLC ini bisa karena tujuan hidupnya tidak sesuai dengan apa yang tengah dialami atau mungkin hadirnya banyak pilihan hidup sehingga ia bingung untuk menentukan pilihan yang tepat. 

Persoalan yang dialami para milenial pada fase ini nantinya akan melatih pribadi seseorang agar kebal dalam melewati masalah demi masalah yang datang bertubi tubi. Hingga pada akhirnya ketika fase itu sudah terlewati, seseorang akan merasa lebih tangguh dalam menjalani kehidupan pada fase selanjutnya. 

Menurut peneliti dan pengajar Universitas Greenwich, London, dr. Oliver Robinson, menyebutkan ada empat fase pada QLC. Yang pertama, perasaan terjebak terhadap suatu situasi seperti finansial, karir, asmara, ataupun relasi. Yang kedua, pikiran bahwa akan ada perubahan yang mungkin terjadi. Yang ketiga, berusaha membangun kembali kehidupan yang baru. Dan yang keempat, memiliki komitmen baru dalam dirinya yang harus dipegang teguh.

Umumnya QLC  ini dialami pada seseorang berusia 20 – 30 an baik awal, tengah, maupun akhir dekade ketiga pada masa hidup sesorang. QLC merupakan sesuatu yang wajar dialami oleh seseorang sebagai bentuk pendewasaan diri. Deb Johnstone soerang Mindset Coach asal Australia menuliskan pada artikelnya di situs Lifehack bahwa ada beberapa cara yang dapat ditempuh dalam melewati quarter life crisis dengan mudah. Hal tersebut juga dapat mengajarkan seseorang untuk dapat berdamai dengan dirinya sendiri dalam setiap kekurangan atau kelebihan yang dimilikinya. Yuk coba simak 5 tips anti galau dalam melewati Quarter Life Crisis.

Jangan Membandingkan Quarter Life Crisis Diri Sendiri dengan Orang Lain

Perasaan cemas seringkali muncul ketika kita sebagai pengguna aktif media sosial melihat postingan-postingan teman yang sudah memiliki karir sempurna, dikelilingi oleh banyak teman, hingga mereka yang tengah menjalani kehidupan pernikahan yang terlihat bahagia. Yakinlah, sesuatu yang kita lihat di dunia maya tidak selalu mencerminkan kehidupan sebenarnya, bisa jadi teman-teman kita juga mengalami krisis yang sama akan tetapi mereka dengan pandai menutupinya. Lagi-lagi fase quarter life crisis setiap orang pasti berbeda-beda begitu pula dengan cara menyikapinya pun juga akan berbeda. Jadi untuk mengurangi rasa kecewa mendalam pada diri sendiri, coba jalani kehidupan sesuai kapasitas masing-masing, dengan begitu kalian akan lebih menikmati masa quarter life crisis yang tengah kalian alami.

Jangan Mengikuti Standar pada Lingkup Sosial

Seringkali dijumpai para milenial yang menggantungkan kapasitas keberhasilannya pada standar yang dibuat oleh masyarakat luas. “saya harus menikah umur 23 tahun biar tidak dijuluki perawan tua”, “saya harus lulus 4 tahun biar tidak dipandang sebagai mahasiswa abadi” pernyataan itu secara tidak langsung menuntut diri sendiri untuk memenuhi standar yang dibuat oleh masyarakat kebanyakan. Hal tersebut tidak akan dapat membuat seseorang menjadi bahagia dan merasa puas akan hidup yang tengah dijalaninya. Lambat laun kepercayaan dirinya akan menurun saat kenyataannya tak sesuai dengan apa yang diharapkan. Jadi usahakan untuk tidak menuntut diri sendiri berdasarkan pencapaian orang lain. Jalani kehidupanmu sesuai dengan standar pribadi tanpa harus mengikuti standar yang dibuat oleh orang lain karena pada dasarnya pencapaian setiap orang itu berbeda.

Keluar dari Zona Nyaman

QLC seringkali membuat kalian terjebak pada suatu keadaan. Berada di tempat yang sama dalam waktu yang lama dengan orang-orang yang sama bisa membuat dirimu susah untuk berkembang. Tak dapat dipungkiri, lingkungan menjadi hal yang sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang. Keluar dari zona nyaman bukan berarti memutuskan hubungan dengan orang lama, pindah ke tempat yang jauh. Hal ini bisa dilakukan dengan memulai dengan hal yang kecil seperti mengganti suasana kamar, mengubah pola tidur, atau memperbaiki porsi makan. Karena lingkungan dan suasana baru bisa membuat perasaan hati kalian menjadi positif dan akan lebih santai dalam menyelesaikan masalah. Apapun pilihannya, usahakan memilih lingkungan atau suasana baru yang bisa mengubah mindset dan pola berpikir kita.

Latih Kesabaran dan Belajar Ikhlas Menjalani Kehidupan Apa Adanya

Kehidupan tak melulu mulus tanpa diterjang hambatan, ada kalanya kita menjumpai hal-hal kecil yang membebani pikiran. Sesekali, biarkan semua mengalir apa adanya, jalani sebisamu. Karena pada dasarnya, tidak ada yang instan dalam dunia ini, semua butuh proses begitupun dengan QLC yang tengah kalian hadapi, jalani dengan sabar dan ikhlas sebagai bentuk pendewasaan diri. Cobalah sharing dengan orang lain untuk meringankan beban. Suatu saat, akan tiba saatnya kamu yang akan membantu orang lain untuk meringankan masa QLC nya. Karena pengalaman adalah guru paling berharga.

Mungkin beberapa tips diatas bisa kalian terapkan dalam melewati masa QLC yang tengah kalian hadapi. Apapun yang tengah kalian alami yakinlah bahwa setiap kesulitan akan hadir pula kemudahan. Semua hanya soal waktu cukup siapkan mental dan hati yang tangguh untuk menyambut masa depan yang utuh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini