BerandaTeknologiHiburanRekomendsi Film Pendek Garapan Pixar Animation Studio yang Cocok Untuk Mengisi Waktu...

Rekomendsi Film Pendek Garapan Pixar Animation Studio yang Cocok Untuk Mengisi Waktu Bosan di Tengah PPKM

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) resmi diperpanjang mulai 16 Agustus hingga 23 Agustus 2021. Keputusan ini diberlakukan berkaitan dengan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini.

Namun terlepas dari apapun keputusan yang diambil pemerintah, ada baiknya Navisers tetap menjaga diri dengan di rumah saja ya! Meski bosan, kita harus bisa bertahan untuk melewati pandemi ini.

Nah, supaya tidak terlalu bosan, Navisers bisa nih melakukan banyak kegiatan yang menghibur, salah satunya menonton film animasi.

Dan berbicara film animasi, pasti kita sudah tidak asing lagi dengan salah satu perusahan bernama Pixar.

Yaps! Pixar merupakan salah satu studio yang berhasil memproduksi banyak film animasi dan terbilang sukses dipasaran. Sebut saja film Toy Story, Coco, Finding Dory, Up, The Incredibles, Inside Out, dan Soul.

Selain membuat film berdurasi panjang yang diputar di bioskop, rupanya Pixar juga memiliki koleksi film pendek yang tidak kalah keren lho, Navisers.

Film pendek buatan studio Pixar ini biasanya diputarkan di bioskop, sebelum film utamanya dimulai.

Namun, ada juga film pendek buatan studio Pixar yang bisa kita lihat di kanal Youtube resmi Pixar, lho! Oleh sebab itu, mimin mau merekomendasikan 5 film pendek animasi buatan Pixar untuk menemani Navisers selama PPKM. Yuk simak!

  1. Partly Cloudly
    Partly Cloudy menjadi tontonan pembuka sebelum film Up (2009) dimulai. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Peter Sohn ini menceritakan sekelompok awan yang mempunyai kekuatan magis. Mereka bisa menciptakan bayi manusia dan anak hewan imut yang kemudian akan diberikan ke orang tua barunya dengan bantuan burung bangau bernama Peck.

Hanya saja ternyata enggak semua awan dalam film ini tampil imut dan menggemaslan. Ada satu awan berwarna abu dengan tingkah polos bernama ‘Gus’ yang gemar menciptakan hewan berbahaya.

Alhasil Peck, burung bangau yang ditugasin buat mengantar bayi ciptaan Gus tersebut malah jadi kena sialnya. Kental dengan nuansa persahabatan dan adegan mengocok perut, animasi pendek ini menambah deretan panjang animasi pendek pixar terfavorit.

  1. The Blue Umbrella (2013)
    Seperti film – film animasi pendek milik pixar sebelumnya,  ‘The Blue Umbrella’ absen akan dialog dan panjang terhadap penggunaan isyarat visual dan musikal untuk menunjukkan emosi. Dalam hal ini, cerita memusatkan pada pertemuan imut dua payung berwarna cerah disaat hujan deras di keramaian kota.
  2. Lava (2014)
    LAVA menampilkan sebuah gunung berapi yang tersenyum. Bocoran sinopsis yang sudah banyak beredar menyebutkan bahwa film ini bercerita tentang sebuah gunung berapi di sebuah daerah tropis yang menjalani hidupnya selama jutaan tahun.
  3. Teasernya yang berdurasi 38 detik ini memang belum bisa menggambarkan isi film pendeknya nanti. Namun setelah kamu melihat videonya, kesan manis dan juga mengharukan langsung bergelayut di benakmu. Meski sang gunung bisa bernyanyi untuk menghibur diri, ia ingin punya teman seperti awan yang ia lihat di langit. 
  1. Bao (2018)
    Mungkin bagi sebagian dirimu Navisers masih hangat diingatan dengan film berjudul ‘Bao’ ini. Film tersebut jadi tontonan segar sebelum menyaksikan kisah keluarga pahlawan super ‘The Incredibles 2’ (2018).
  2. Film ini bisa dibilang menjadi salah satu karya Pixar yang paling menyentuh karena menceritakan tentang seorang wanita paruh baya yang kesepian, hidupnya mendadak berubah dengan kehadiran roti isi ajaib yang menjelma hidup.

Roti bakpao tersebut diperlakukan layaknya anak sendiri. Hari-harinya yang sepi pun berganti ceria. Namun, ketika Bao beranjak dewasa, dia memberontak terhadap perlakukan posesif sang ibu. Kental dengan interaksi ibu-anak, ending yang haru akan jadi konklusi dari film pendek karya Domee Shi ini.

  1. Float (2019)
    Film Float yang berkisah tentang bayi laki-laki bernama Alex yang hidup dan dirawat hanya bersama sang Ayah. Awalnya sang ayah merasa malu karena dirinya merasa berbeda dari orang lain. Namun akhirnya sang ayah menyadari bahwa ia harus menerima anaknya apa adanya, dan akhirnya membebaskan anaknya untuk menemukan jati dirinya sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read