BerandaTeknologiHiburanApa Benar Susu Sapi Ternyata Tak Baik Untuk Manusia?

Apa Benar Susu Sapi Ternyata Tak Baik Untuk Manusia?

Salah satu minuman paling bergizi dan baik untuk kesehatan manusia adalah susu. Tapi, semua kebaikan susu hanya akan didapatkan ketika sumber dari susu tersebut memang benar-benar berkualitas. Menurut penelitian, hanya sapi yang dibesarkan di padang rumput, dan yang tiap harinya makan rumput organiklah akan dapat menghasilkan susu berkualitas baik.

Selama ini kita tak pernah mengetahui dari mana sapi yang menjadi sumber susu kita, dan makanan apa yang dimakan oleh sapi-sapi tersebut. Susu sapi memang sangat baik untuk kesehatan tulang dan gigi karena kalsium yang terkandung di dalamnya.

Mitos ini pun sudah beredar, dengan pemahaman yang salah bahwa karena susu kaya akan protein dan kalsium, maka susu sehat bagi keseluruhan tubuh dan kekuatan tulang bagi seluruh kalangan usia. Hal ini dapat diketahui bahwa kesalahpahaman ini muncul dari fakta bahwa susu sapi mengandung kalsium, sekita 300mg tiap cup.

Ternyata susu memiliki efek negatif
Sumber foto: http://halodoc.com

Tapi, tak sedikit penelitian menunjukkan banyaknya efek samping negatif dari minum susu. Dan yang paling tidak dapat dipercaya adalah, kita hampir sama sekali tidak menyerap kalsium dari susu sapi (terutama susu terpasteurisasi), tapi lebih parahnya, susu malahan menaikkan pengurangan kalsium dari tulang. Waduh, jadi susu sapi tidak baik bagi manusia

Salah satu ilmuwan yang pernah melakukan penelitian ini, yaitu Prof Hiromi. Ia melakukannya untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.

Hal ini jelas berbeda dengan usus orang yang makanannya sehat atau baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar. Hal itu karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus.

Padahal faktanya, susu sapi sebenarnya menyebabkan pengurangan kalsium, bukan peningkatan kalsium. Kenyataan ini juga didukung dengan fakta lapangan bahwa negara yang sedikit mengonsumsi produk susu juga memiliki kasus patah tulang terendah di negara itu. Hasil penelitian membuktikan bahwa minum susu meningkatkan risiko fraktura (patah tulang).

Selain itu, tak sedikit penelitian yang kontradiksi pada cara berpikir konvensional kita semua bahwa susu dan produk susu lainnya bantu mengurangi fraktura, terutama osteoporosis. Namun, yang mengejutkan adalah, penelitian membuktikan bahwa susu dan produknya gagal untuk melindungi tulang, malah menyebabkan osteoporosis. Bahkan, anak-anak usia dini yang minum susu memiliki kemungkinan osteoporosis lebih besar di masa tua.

Efeknya pada kesehatan juga bervariasi dari satu orang ke orang lain. Bagi mereka yang tubuhnya tidak toleran terhadap laktosa, senyawa yang ada pada susu sapi, susu sapi tidak akan menyehatkan, tapi justru akan memicu alergi setelah mengonsumsi susu sapi. Selain itu, susu sapi yang diambil dari sumber yang tidak sehat juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti peradangan, diabetes tipe 1, dan gangguan kesehatan lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read