Kito Rato: Pembuktian Pembisnis Disabilitas Sekaligus Motivasi Untuk Anak Muda

Misi besar terdapat dalam nama KitoRato, sebuah kedai minuman dalam mobil yang biasa mangkal di kawasan Ruko Granada BSD Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Mungkin sebagian di antara kalian bertanya-tanya apakah istimewanya dari nama “KitoRato” sehingga nama itu memiliki misi besar di dalamnya?

Sebelumnya perlu diketahui, kedai Kito Rato ini digagas oleh tiga sekawan penyandang disabilitas tuna daksa, Wahyu Alistia (25), Saldi Rahman (23) dan Rendi Agustra (24). Ketiganya mempunyai misi besar, yakni ingin menyamaratakan pandangan terhadap para disabilitas.

Dahulu mereka sempat mengalami fase putus asa, lantaran merasa kehilangan kemampuan jadi penyandang disabilitas.

Namun para pemuda ini tak diam meratapi nasib begitu saja, meski sempat berada di fase keterpurukan, mereka kemudian memilih bangkit untuk membuktikan kepada masyarakat kalau mereka bukanlah jadi beban keluarga apalagi jadi beban negara.

Akhirnya hadir nama KitoRato Sahabat Inspirasi Indonesia ini, di mana para disabilitas unjuk gigi dengan membuka bisnis kopi.

Mulanya bisnis kopi mereka ini, buka lebih dahulu di Area Pasar Granada BSD, Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Banten. Kini, bisnis KitoRato mulai buka cabang di Jalan Masjid, Ciater, Tangerang Selatan, Banten.

karib Alistia, yang kerap disapa Alis ini mengatakan, pemilihan nama untuk kedai tersebut gampang-gampang susah.

Pasalnya, kedai kopi yang ada saat ini sudah menggunakan nama-nama yang keren sampai aneh.

Oleh sebab itu, kata Alis, Inspirasi nama Kito Rato kemudian datang dari latar belakang asal mereka yang sama-sama dari Sumatera. Mereka menggunakan bahasa melayu Kito Rato yang artinya sama rata.

Alis pun mengungkapkan, bahwa selama ini Alis dan kawan-kawan sering mendapat pandangan berbeda yang mengarah kepada kasihan ketika melihat kondisi keistimewaan mereka. Hal tersebut lah yang membuat mereka merasa tidak nyaman.

“Sama rata itu kita yang disabilitas dengan yang tidak disabilitas itu bisa jalan bareng dan dapat pandangan yang sama,” ujarnya.

Denga cara membuka usaha sendiri inilah yang diharapkan oleh Alis, Saldi dan Rendi, bahwa mereka ingin membuktikan pesan Kito Rato tersebut.

“Seolah-olah mereka melihat kita kasihan. Jadi kami pinginnya melalui Kito Rato ini kita bisa dipandang sama rata,” ujarnya.

Sementara itu, Saldi juga ikut menyampaikan pesannya, terutama ada anak muda generasi milenial. Menurutnya para milenial selama ini hanya bergantung pada keluarga, padahal mereka punya banyak kesempatan lebih dibanding dirinya untuk memulai usaha atau jadi wirausaha.

Sehingga harapannya, Saldi ingin anak muda saat ini untuk terus termotivasi untuk memulai sebuah usaha. Hal itu guna membuktikan bahwa anak muda saat ini merupakan generasi yang kreatif yang mampu membangun perekonomian untuk dirinya sendiri dan negara.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

On Key

Related Posts