Solusi Tepat Untuk Polusi Jakarta Yang Pekat

Jakarta baru saja dinobatkan sebagai kota ketiga dengan kualitas udara terburuk oleh laman Air Visual. Bahkan Air Quality Index (AQI) berada di angka 145.

Dengan kata lain, angka ini menjelaskan jika udara tidak sehat untuk kelompok sensitif seperti anak, ibu hamil, orang lanjut usia, pekerja luar ruangan dan mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Untuk kelompok rentan kualitas udara di antara 100-150 sudah termasuk berbahaya. Namun di luar kelompok rentan, udara di atas 150 baru dianggap tak sehat.

Tak dimungkiri fakta ini sudah menjadi warning bagi masyarakat ibukota. Sebab itu, langkah penggunaan masker atau respirator memang dirasa mampu membantu meringankan beban paru-paru dan organ pernapasan lainnya untuk menyingkirkan polutan.

Pasalnya penggunaan alat tersebut dapat mencegah partikel berbahaya masuk ke dalam tubuh. Masker dapat dikenakan dalam kegiatan sehari-hari. Sedangkan respirator dengan adanya sistem filtrasi lebih bisa digunakan saat beraktivitas di luar ruangan terutama saat udara luar kualitasnya buruk.

Namun mana yang layak atau cocok untuk keadaan Jakarta saat ini?

Jika melihat index kualitas udara Jakarta yang mencapai 145, disarankan kelompok rentan untuk menggunakan respirator N95. Karena, Respirator tersebut mampu menyaring partikel berbahaya hingga 95 persen.

Sedangkan untuk kelompok non-rentan, penggunaan masker biasa (daily masker) atau masker yang biasa dipakai saat naik ojek sudah cukup memadai.

Namun perlu dicatat, angka AQI sendiri dapat berubah-ubah di tiap waktu karena aspek polutan, arah angin serta kelembapan udara.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

On Key

Related Posts