BerandaUnik3 Negara Ini Lakukan Tradisi Unik Sambut Ramadan, Apa Saja?

3 Negara Ini Lakukan Tradisi Unik Sambut Ramadan, Apa Saja?

Tradisi Ramadan menjadikan momen kumpul-kumpul keluarga. Ramadan 2020 akan terasa berbeda karena adanya social distancing akibat Virus Corona COVID-19.

Namun bukan berarti nuansa Ramadan kali ini berbeda dan tidak mejadi spesial. 

Di berbagai negara di dunia, mereka memiliki tradisi untuk menyambut Ramadan yang unik meski situasi mengharuskan berada di rumah saja.

Berikut adalah beberapa tradisi unik merayakan Ramadhan dari seluruh dunia:

1. Tradisi Padusan di Indonesia

Tradisi padusan (Foto: Grid.id)

Indonesia memiliki tradisi membersihkan diri yang disebut Padusan di satu hari sebelum perayaan Ramadhan, seperti yang dikutip dari The Culture Trip. Tradisi ini terkenal di daerah Jawa Timur dan Tengah. 

Padusan juga memiliki arti dalam Bahasa Indonesia yang berarti untuk mandi, dalam tradisi ini orang-orang Muslim di Jawa akan merendam diri mereka di mata air. Tradisi ini dipercayai dikembangkan oleh  Wali Songo yang terdiri dari sekelompok imam terhormat yang menyebarkan pengajaran Islam di seluruh Jawa.

Seiringnya berjalannya waktu, kini rakyat yang masih mempercayai tradisi tersebut dapat melakukannya di rumahnya sendiri atau kolam renang. 

2. Tradisi Anak-Anak Bernyanyi di Arab

Di Arab mereka memiliki sebuah tradisi Haq al Laila yang kerap kali disebut dalam budaya negara Barat, trick or treat. Seperti yang dikutip dari The Culture Trip acara ini diadakan satu bulan sebelum Ramadan. 

Dalam perayaan ini, anak-anak akan menggunakan pakaian warna-warni dan memutari lingkungan mereka dan mengumpulkan permen dan kacang-kacangan dalam tas jinjing yang dikenal sebagai kharyta. Anak-anak juga akan membawakan lagu tradisional Aatona Allah Yutikom dan Bait Makkah Yudikum. 

Perayaan ini menawarkan kembalinya ke masa-masa yang lebih sederhana dan menyoroti pentingnya ikatan sosial yang kuat dan nilai-nilai keluarga. 

3. Umat Muslim di Roma Lakukan Performa Ballad

Selama bertahun-tahun, komunitas umat Muslim Roma akan membuka dan menutup Ramadan dengan lagu-lagu tradisional mereka.

Setiap hari selama bulan Ramadan, mereka akan berjalan mondar-mandir di jalan-jalan memainkan lodra buatan sendiri, lodra merupakan drum silinder berujung dua yang dilapisi kulit domba atau kambing.

Keluarga Muslim akan sering mengundang mereka ke dalam rumah mereka untuk memainkan balada tradisional untuk merayakan dimulainya buka puasa. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read