2020 Whtasapp Tidak Lagi Gratis

Hayo siapa di antara kamu yang gawainya tidak menggunakan aplikasi Whatsaap? Tentunya mustahil rasanya jika tidak menggunakan aplikasi satu ini dalam gawaimu.

Memang tak bisa dipungkiri WhatsApp menjadi pilihan aplikasi pesan utama yang digunakan banyak orang karena gratis dan mudah digunakan.

Foto: tribunnews

Namun bagaimana jadinya bila WhatsApp menjadi aplikasi berbayar?

Diketahui Facebook yang telah mencaplok kepemilikan WhatsApp pada 2014 lalu mengabarkan bahwa akan melakukan monetisasi terhadap aplikasi poluler itu dengan cara menyisipkan iklan di status WhatsApp.

Bahkan Facebook juga sudah mengkonfirmasi jika rencana tersebut akan direalisasikan pada 2020. Meski demikian Facebook belum menyatakan tanggal pastinya.

Pernyataan tersebut juga diakui oleh Matt Navarra, Konsultan Sosial Media melalui akun Twitter pribadinya. Para pengguna akan melihat iklan ketika mengintip WhatsApp Status orang lain, dan disitulah WhatsApp meraih pendapatan.

Namun sebenarnya, rencana ini rupanya sudah ada jauh sebelum Facebook ingin memonetisasi WhatsApp, lho.

Pendiri WhatsApp telah memiliki cara untuk mendapatkan keuntungan yaitu dengan dengan mematok biaya berlangganan sebesar US$ 1 atau setara Rp 14.000 per tahun bagi pengguna.

Akhirnya, rencana monetisasi WhatsApp dengan iklan ini pun memunculkan perdebatan panas dan membuat dua pendiri perusahaan, Brian Acton dan Jun Koum meninggalkan perusahaan.

Kehadiran iklan sudah dipresiksi

Tahukah kami, rupanya kehadiran iklan di WhatsApp sebenarnya memang sudah banyak diprediksi berbagai pihak.

Hal ini lantaran, Facebook Group merupakan platform periklanan terbesar di dunia, mereka memiliki pendapatan lebih dari 80% yang berasal dari iklan.

Nah, sebelum meninggalkan perusahaan, Acton sempat mendatangi kantor Facebook untuk mencoba mengusulkan cara Whatsapp meraih keuntungan ke CEO Mark Zuckerberg.

Foto: tribunnews

Namun yang ia lakukan justru menimbulkan perselisihan dengan tim hukum Facebook. Alasannya karena Facebook ingin menghasilkan uang melalui iklan, sedangkan Acton ingin membuat Whatsapp dengan biaya berlangganan.

Hal inilah yang kemudian Acton lebih memilih menjual perusahaannya.

Fyi, Sebelum rencana monetisasi ini diajukan, WhatsApp sebenarnya menghasilkan pendapatan juga dari WhatsApp Business, yang memang khusus ditujukan sebagai tempat berikan dan berkomunikasi penjual dengan pembelinya.

Jadi, kamu akan lebih memilih WhatsApp beriklan atau berlangganan Rp 14.000 per tahun?

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

On Key

Related Posts

Menkes Budi Gunadi akan Datangkan 200 Vial Obat Fomepizole

Kemenkes Siapkan 200 Vial Obat Fomepizole

Pemerintah berencana akan mendatangkan 200 vial obat Fomepizole atau penawar racun yang nantinya akan diberikan kepada pasien gangguan ginjal akut misterius. Hal itu disampaikan langsung