Ancaman Krisis Penduduk Di Jepang Jadi Perhatian Bali

Semakin santar isu krisisnya penduduk Jepang turut berpengaruh pada pariwisata Bali. Sebab itu, perlu adanya suatu inovasi paket wisata untuk menyasar turis usia lansia asal Jepang.

Berdasarkan catatan BPS, sejak tahun 2013 sampai 2017, turis Jepang menduduki posisi tiga paling banyak berkunjung ke Bali. Sedangkan posisi pertama diduduki oleh Australia dan kedua China. Pada tahun 2018-2019 ini, rata-rata Jepang berada di posisi empat atau lima.

Salah satu agen perjalanan Bali, I Nyoman Nuarta, menilai penyebab turunnya angka turis tersebut adalah penduduk Jepang yang kebanyakan enggan untuk menikah. Jika ada itu pun hanya menargetkan satu anak.

Ia mengungkapkan, Bali harus siap diri untuk menghadapi perubahan tren turis asal Jepang yang berkunjung ke Bali. Bentuk persiapan di antaranya meningkatkan promosi wisata ke Jepang, kualitas turis, dan inovasi paket wisata menyasar turis tua.

Kemudian Pelaksana Tugas Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa, mengaku ancaman krisi penduduk di Jepang memang menjadi perhatian Bali. Kata Astawa, Pemprov sedang mengkaji sejumlah wilayah di Bali untuk membangun objek wisata yang dapat dinikmati turis usia lansia. Kajian ini berfokus pada pemerataan pembangunan di Bali.

Lebih lanjut, sebenarnya saat ini Kabupaten Badung telah menyiapkan sejumlah paket wisata untuk lansia. Tetapi belum besar baru sekitar 50 kamar.

Sementara itu, sebanyak 350 turis lansia asal Belanda biasanya ramai berkunjung ke Pantai Sanur, untuk menikmati indahnya pantai dan kuliner khas Bali.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

On Key

Related Posts

Menkes Budi Gunadi akan Datangkan 200 Vial Obat Fomepizole

Kemenkes Siapkan 200 Vial Obat Fomepizole

Pemerintah berencana akan mendatangkan 200 vial obat Fomepizole atau penawar racun yang nantinya akan diberikan kepada pasien gangguan ginjal akut misterius. Hal itu disampaikan langsung