Mengapa Saat Tidur Kita dapat Bergerak tanpa Sadar? Ini Penjelasannya

Sebagian dari kalian mungkin pernah mengalami fase di mana kalian bermimpi terpeleset atau terjatuh sehingga tubuh bergerak dengan refleks. Mungkin kalian bingung mengapa hal itu terjadi? Tenang saja, kejadian tersebut kini sudah ada penjelasan secara alami nya. Kejadian ini biasanya dialami ketika tubuh dalam keadaan lelah dan tidak melewati tahapan tidur yang sewajarnya.

Susah tidur (foto: Google)

Menurut kawaiibeautyjapan.com umumya kita melewati 2 tahapan tidur:

?Tahap pertama adalah non-REM (Rapid Eye Movement) merupakan tahapan dimana tubuh benar-benar ingin tidur.

?Tahap kedua adalah tahap?REM?yaitu tahapan ketika benar-benar sudah mengalami tidur nyenyak dan bermimpi.

Seseorang yang mengalami hypnic jerk (situasi saat kamu siap tidur dan perlahan memasuki fase Rapid Eye Movement (REM / fase tidur orang mengalami mimpi) atau tidur lebih dalam, tapi tiba-tiba kamu merasa jatuh atau kehilangan keseimbangan sehingga terbangun tiba-tiba, seakan mau melompat)).

kemungkinan tidak mengalami tahap non-REM yang dapat mengakibatkan tubuh mengalami penurunan fungsi secara tiba-tiba, ini umumnya terjadi pada saat tubuh dalam kondisi sangat lelah. Hypnic jerk terjadi ketika tubuh berada dalam keadaan transisi antara bangun dan tidur.

Kondisi seperti itu yang menyebabkan kita secara refleks bergerak dalam tidur, namun kondisi seperti itu tidak memberikan dampak berbahaya bagi tubuh, hanya saja membuat kita terbangun dan tidur jadi terganggu.

Namun bukan hanya hypnic jerk yang menyebabkan kita bergerak saat tidur. Seseorang yang mengalami alien hand syndrome (Sindrom tangan alien merupakan gangguan saraf langka yang mana satu fungsi tangan bergerak tanpa sadar) juga bisa mengalami tubuh bergerak sendiri saat tidur

Menurut kawaiibeautyjapan.com, Alien Hand Syndrome (AHS) merupakan kelainan neurologis yang menyebabkan seseorang kehilangan kontrol terhadap anggota tubuhnya ketika tidur, bagian tubuh seperti tangan, kaki, atau bahkan seluruh tubuh bisa terkena sindrom ini.

Sindrom ini sangat rentan dialami oleh orang-orang yang berusia di atas 30 tahun dan pada mereka yang pernah mengalami operasi yang berkaitan dengan otak dan juga gelombangnya. Umumnya, sindrom ini terjadi akibat adanya cacat otak, oleh karena itu hingga saat ini belum ditemukan obat untuk penyembuhan sindrom tersebut.

Tapi jangan khawatir, syndrome tersebut dapat ditangani dengan cara terapi secara berkala. Menurut hellosehat.com untuk mencegah gerakan tangan yang tidak terkendali, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, misalnya:

1. Menahan tangan yang bermasalah dengan tangan lainnya ketika mulai bergerak tanpa sadar

2. Memberikan benda agar tangan yang bermasalah memegang benda tersebut dan terhalang untuk bergerak tanpa kendali.

3. Meletakan tangan yang bermasalah di antara paha samping sebagai penahan agar tidak bergerak bebas.

Jadi untuk kalian yang pernah mengalami hal tersebut jangan khawatir ya, kalian dapat tangani dengan terapi secara rutin, atau bisa menggunakan langkah sederhana yang telah disebutkan diatas untuk menahan gerak tangan kalian.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

On Key

Related Posts

Menkes Budi Gunadi akan Datangkan 200 Vial Obat Fomepizole

Kemenkes Siapkan 200 Vial Obat Fomepizole

Pemerintah berencana akan mendatangkan 200 vial obat Fomepizole atau penawar racun yang nantinya akan diberikan kepada pasien gangguan ginjal akut misterius. Hal itu disampaikan langsung