BerandaTeknologiHiburanTidur Dalam Keadaan TV Menyala Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas, Kok Bisa?

Tidur Dalam Keadaan TV Menyala Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas, Kok Bisa?

Membiarkan tv atau lampu menyala bagi sebagian orang sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan. Alasannya adalah biasanya karena muncul rasa takut terhadap gelap atau sekadar tidak ingin situasi sunyi. Namun, sebuah studi mengungkapkan hal unik dari situasi tersebut, khususnya untuk kaum wanita.

Para peneliti tersebut menemukan bahwa jika wanita yang membiarkan cahaya menyala pada malam hari khususnya ketika tidur cenderung dapat meningkatkan berat badannya dan menjadikan dirinya lebih gemuk. Temuan ini pun kian menambah bukti yang menunjukkan bahwa cahaya di malam hari mungkin buruk bagi kesehatan.

Studi ini sebelumnya dilakukan pada hewan, hasilnya pun menunjukkan bahwa paparan cahaya pada malam hari dapat mengganggu ritme tidur dan sirkadian, mengubah perilaku makan, dan meningkatkan berat badan.

Temuan baru tersebut diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine, yang menunjukkan bahwa mengurangi paparan cahaya buatan pada malam hari saat tidur mungkin merupakan strategi yang berguna untuk mencegah obesitas.

Kendati demikian, para peneliti hanya menemukan asosiasi dan mereka tidak bisa membuktikan bahwa paparan cahaya pada malam hari secara langsung menyebabkan kenaikan berat badan atau obesitas.

Para penulis penelitian juga tidak dapat sepenuhnya memperhitungkan faktor-faktor yang dapat memengaruhi hubungan tersebut, seperti perilaku makan yang tidak sehat dan rendahnya aktivitas fisik.

Dengan demikian, paparan cahaya pada malam hari mungkin saja mewakili “konstelasi” faktor, termasuk yang terkait dengan perilaku tidak sehat yang semuanya dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan dan obesitas.

Sebab itu, penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk lebih memahami hubungan dan menentukan apakah mengurangi cahaya di malam hari dapat mencegah obesitas.

Mengutip dari Infia.co, meski temuan baru itu bersifat tidak konklusif, mengurangi paparan cahaya dan malam mungkin bukan ide yang buruk.

Dr. Yong-Moon Park, ketua peneliti dari pascadoktoral di Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan (NIEHS) mengatakan, tampaknya masuk akal untuk menyarankan orang agar tidak tidur dengan lampu menyala.

Sebelumnya, studi menemukan hubungan antara paparan cahaya pada malam hari dan obesitas pada manusia. Namun, sebagian besar penelitian ini dilakukan pada pekerja shift malam yang terpapar cahaya tinggi di malam hari.

Beberapa studi yang telah dilakukan pada populasi umum biasanya mengumpulkan data pada satu titik waktu, sehingga para peneliti belum dapat menentukan apakah cahaya di malam hari terkait dengan kenaikan berat badan dari waktu ke waktu.

Dalam studi baru, para peneliti menganalisis informasi dari hampir 44.000 wanita usia 35 hingga 74. Para wanita juga menjawab pertanyaan tentang tingkat paparan cahaya di malam hari saat tidur, seperti cahaya dari kamar lain, cahaya dari luar, cahaya dari TV, atau cahaya di kamar tidur.

Di antara wanita yang tidak mengalami obesitas di penelitian ini, mereka yang melaporkan paparan cahaya pada malam hari sekitar 20% lebih mungkin menjadi obesitas selama penelitian, dibandingkan dengan mereka yang tidak melaporkan paparan cahaya di malam hari. Wanita yang tidur dengan TV atau lampu menyala di ruangan itu 17% lebih mungkin untuk mendapatkan setidaknya 11 pound (5 kilogram) selama penelitian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read