BerandaInformasiKisah 'Robin Hood' Bendelladj Untuk Palestina

Kisah ‘Robin Hood’ Bendelladj Untuk Palestina

Awal Januari 2013 lalu, pihak kepolisian Thailand menangkap salah satu hacker paling dicari di dunia, yakni Hamza Bendelladj.

Ketika itu banyak media memajang fotonya yang sedang diringkus di Bandara Suvarnabhumi, namun sambil tersenyum. Sejak saat itulah, Bendelladj dijuluki sebagai ‘Smiling Hacker’.

Hamza Bendelladj merupakan pria berkebangsaan Aljazair dan memiliki nama samaran BX1, yang pada saat itu bukan nama asing bagi para kriminal yang bergerak di dunia maya.

Nama tersebut dikenal sebagai penyuplai virus SpyEye yang dimanfaatkan untuk mencuri uang dari sistem jaringan bank, lembaga keuangan lain, hingga akun pribadi.

Bendelladj menggunakan nama itu untuk menutupi identitas dan kegiatannya di internet. Pria ini memiliki latar belakang pendidikan studi ilmu komputer di negara kelahirannya.

Berbekal pendidikan tersebut inilah, Bendelladj kemudian berubah menjadi peretas dan pencipta malware komputer yang efektif melakukan tugasnya.

Pada tahun 2009-2011 menjadi masa kejayaan Bandelledj dalam menjajakan aksinya tersebut. Dia bersama rekannya asal Rusia, Aleksandr Andreevich Panin, transaksi program SpyEye laku keras di pasar gelap internet. Bahkan klien mereka mengantre untuk memperoleh SpyEye.

Semenjak itu, Bendelladj pun menjadi buronan biro investigasi federal (FBI) AS. Dengan nilai kerugian yang ditaksir saat ituyang mencapai US$20 juta. Lalu dua tahun kemudian, tepatnya pada 6 Januari 2013, Bendelladj akhirnya ditangkap oleh kepolisian Thailand di Bandara Suvarnabhumi saat transit menuju Mesir dari Malaysia.

Namun cap kriminal yang dituduhkan otoritas AS kepada Bendelladj membuat sebagian orang tak senang. Justru di tanah kelahirannya dan di Timur Tengah, ia dicintai serta dielu-elukan. Karena banyak yang menganggapnya sebagai pahlawan.

Mereka sangat percaya bahwa Bendelladj memiliki hati mulia karena telah menyumbangkan jutaan dolar hasil kejahatannya tersebut untuk warga Palestina. Namun sampai sekarang belum ada bukti kuat yang mengubah status rumor itu menjadi fakta.

Mereka yang mengangggapnya pahlawan pun tak berhenti untuk menyuarakan kemarahannya atas tindakan penegak hukum yang dinggap berlebihan. Terutama ketika isu hukuman mati terhadap Bendelladj sempat berhembus.

Bahkan berbagai media sosial beredar secara viral, potongan video yang menunjukkan Bendelladj sedang berada di tiang gantungan sambil tersenyum.

Hingga saat ini Bendelladj masih dalam keadaan sehat. Namun ia tidak lagi memiliki laptop, ponsel, atau alat elektronik lain sebagai alat bersenang-senang. Vonis hukuman 15 tahun di penjara AS tak pelak merenggut perlahan senyum dari Si ‘Smilling Hacker’ dan petualangan besarnya di dunia kriminal siber.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read