Deteksi Stroke Lewat Irama Jantung, Gampang Kok! Begini Caranya

Penyakit stroke sebenarnya bisa dideteksi lewat irama jantung atau fibrilasi atrium (FA) lho muslimah, Karenanya, kamu harus peka untuk mencegahnya agar tak berdampak buruk.

Ketika mengidap FA, denyut jantung seseorang menjadi tidak teratur. Denyutnya bisa antara 450 sampai 600 sumber, artinya potensi mengalami stroke lebih tinggi ketimbang lainnya.

Di negara kita, diduga ada 2,2 juta orang menderita FA. Adapun faktor risikonya karena usia, hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner dan faktor riwayat keluarga.

Spesialis Jantung Prof Dr dr Yoga Yuniadi, SpJP(K) menjelaskan, ketika terjadi FA, akan timbul gumpalan darah di area jantung. Ketika gumpalan terlepas, pastinya akan menyumbat di otak.

Prof Yoga menerangkan, ciri-ciri paling mudah dilihat adalah saat seseorang melakukan aktivitas berat sedikit saja, langsung merasa mudah lelah. Tapi paling sering, pasien mengalami sesak napas dan berdebar. Ini beberapa gejala yang harus diwaspadai agar tak berdampak buruk.

Nah, bagi Muslimah untuk mencegah risiko FA, Spesialis Jantung Dr Agung Fabian, SpJP(K) menganjurkan agar penderita melakukan deteksi dini. Caranya yakni meraba nadi yang dilakukan dengan tiga jari.

Cara cek detak jantung lewat nadi untuk cegah stroke.

Jika detak jantung di nadi kamu berkisar antara 60-100 per menit, maka artinya jantung kamu sehat. Tapi, jangan terlalu kencang menekannya, supaya bisa merasakan detakan jantung.

Meraba Nadi Sendiri sangat mudah dilakukan kapan saja dan tidak ada aturan tertentu. Misalnya kalau jalan kaki lalu dada merasa tidak nyaman, bisa langsung lakukan meraba nadi sendiri.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

On Key

Related Posts

Menkes Budi Gunadi akan Datangkan 200 Vial Obat Fomepizole

Kemenkes Siapkan 200 Vial Obat Fomepizole

Pemerintah berencana akan mendatangkan 200 vial obat Fomepizole atau penawar racun yang nantinya akan diberikan kepada pasien gangguan ginjal akut misterius. Hal itu disampaikan langsung